ANTARA MATA DAN HATI
Dari mata turun ke hati
Itulah yang sering kita dengar
Tak terkendalinya mata
Mengakibatkan tak terkendalinya hati
Mata yang kotor membuat hati kiat busuk
Maka bila kita merindukan hati yang bening,
hati yng indah, hati yg selalu nyaman dan
akrab dengan Allah, maka jagalah pandangan.
Jagalah dari apapun yg diharamkan Allah
Maka mata hati kita akan menembus menatap
kebenaran
Merasakan indahnya karunia Allah
Merasakan indahnya hidup, dalam naungan
kasih sayang Allah SWT
“Bila melihat alam yang indah ini
Tidak terasa kebesaran Allah
Bila mendapat musibah
Lupa dirinya hamba
Nikmat yg datang tiada disadarinya
Sepatutnya rasa malu kepadaNya
Karena anugrah kepada kita
Membuat resah, rasa kekesalannya
Buta hati lebih berbahaya
Buta mata tidak nampak dunia
Buta hati tidak nampak kebenaran
Buta hati ditipu nafsu dan syetan
Bahkan dilupakan saja
Semua orang, rasa bangga dengan dosa
Bila menyebut neraka
Tidak terasa akan kearahnya
Bila menyebut syurga
Tidak terasa akan nikmatnya
Itu menunjukkan jiwa kita mati atau buta”
Bait-bait syair ini, meluncur dari speaker
komputer saya.
Melantun lembut, namun begitu menusuk
dihati.
Kena banget.
Mari baca baik-baik dan renungkan syair
tersebut…
Apakah kita termasuk orang-orang yang buta
hati?
Astaghfirullah!
Semoga kita segera menyadari kesalahan kita,
dan berbenah menuju kebaikan, ridhoNya.
Ya Allah, maafkan kami…
note : lagu ini berjudul Antara Mata dan Hati,
dibawakan oleh Tazakka, yang diawali
tausiyah dari Aa Gym.
Copas by; http://wishbeukhti.wordpress.com/2010/06/11/antara-mata-dan-hati/
Kamis, 30 Januari 2014
Pengaruh Pandangan Mata Terhadap Hati
Selasa, 28 Januari 2014
MAKNA DAN ARTI DARIPADA BACAAN SHALAT
Oleh; Ustad Yusuf Mansyur
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Sahabat-sahabatku tercinta sungguh teramat
penting bagi kita untuk memahami makna dan arti dari bacaan shalat yang kita
baca setiap hari .. kalau kita memahami makna dan artinya ... maka insya Allah
shalat kita akan menjadi penuh penghayatan dan mendalam dengan kehadiran hati
kepada Allah (khusyu') dan kita pun akan dapat menikmati shalat .. dan berimbas
kepada perilaku kita sehari-hari .. berakhlak karimah lahir bathin ...
Sesunguhnya Shalat adalah dialog seorang hamba dengan Rabbnya, kita
berinteraksi langsung dengan Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat ...
... insya Allah tulisan ini mudah-mudahan cukup membantu kita semua dalam
memahami makna dan artinya shalat dengan khusyu .. Selamat membaca : ...
1. DOA IFTITAH ...
ALLAAHU AKBAR KABIIROO WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIROO WASUBHAANALLAAHI
BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian
Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDHO
HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan
Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang
Musyrik.
INNA SHOLAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL
‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah,
Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku
Termasuk Orang-Orang Islam.
2. AL-FATIHAH ...
BISMILLAAHIR RAHMAANIR ROHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR ROHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon
Pertolongan.
IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIROOTHOL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM
WALADHDHOOLLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya
Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
3. R U K U’ ...
SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
4. I’TIDAL ...
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan
Membalasnya ).
ROBBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL
‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan
Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
5. SUJUD ...
SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA WA BIHAMDIH. - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
6. DUDUK DIANTARA DUA SUJUD ....
ROBBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII
WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah (Kekurangan)-Ku,
Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku
Kesehatan Dan Maafkanlah (Kesalahan )-Ku.
7. TASYAHUD AWAL ...
ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWATUTH THOYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu,
Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHOOLIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba
Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR
ROSUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa
Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
8. TASYAHUD AKHIR ...
ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWATUTH THOYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu,
Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHOOLIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba
Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR
ROSUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa
Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA
AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan
Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHOLLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA
IBROOHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi
Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada
Keluarganya.
KAMAA BAAROKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA
IBROOHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi
Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT
QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat
Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
Wallahu’alam bishshawab, ..
Ya Allah, terimalah amal shalat kami, jangan Engkau hinakan kami jika kami lalai
dalam shalat
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami,
ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-
Mu hingga akhir hayat. Aamiin
Copas ; fp Ustad Yusuf Mansyur
Senin, 27 Januari 2014
TIPS SUKSES ALA AA GYM
TIPS SUKSES ALA AA GYM : RAIH DENGAN 7B
Tidak ada orang yang menolak sukses, tetapi tidak
banyak orang yang tahu cara mencapai kesuksesan
hakiki. Kita coba meraih itu dengan cara yang mudah,
yaitu 7B. Kalau tahapan ini dilakukan dengan baik,
jangan kaget jika kita bangkit, orang-orang di sekitar
kita pun ikut, bahkan negeri yang tercinta ini juga ikut
bangkit. Semoga kiat ini bisa menjadi bahan renungan
sekaligus motivator bagi kita semua. Betapa
kesuksesan tidak sekedar diukur dari melimpahnya
harta, gelar, pangkat, maupun jabatan.
1. Beribadah dengan Benar dan Istiqomah. Allah
menyediakan bumi dan seisinya sebagai fasilitas
berkarya dan bekal agar manusia dapat
mengabdi kepada-Nya. Untuk itu agar kita tidak
salah dalam menyikapi kehidupan dunia ini,
diperlukan keyakinan yang mendalam bahwa
sesungguhnya kita diciptakan untuk beribadah
kepada Allah. Ibadah sebenarnya akan membuat
hidup kita semakin jelas. Orang yang tidak
menjadikan ibadah sebagai pondasi hidupnya,
tidak akan pernah tahu orientasi hidup yang
sesungguhnya.
2. Berakhlak Terpuji. Seorang pedagang yang sopan
dan jujur akan lebih disukai oleh para pembeli.
Kehadirannya sangat dinanti dan dirindukan
sehingga barang dagangannyaakan mudah laku.
Akhlak didefinisikan sebagai respon spontan.
Akhlak biasanya akan terlihat manakala kita
menrespon suatu masalah. Akhlak kita akan
terlihat dari cara kita merespon nikmat, musibah,
pujian, ataupun caci maki.
3. Belajar dan Berlatih Tiada Henti. Seorang yang
sudah tahu arti kehidupan tidak akan panik
menghadapi kehidupan. Akan tetapi, orang yang
sedikit ilmunyaakan terombang-ambing tersapu
ombak kehidupan. Ketika memperoleh
kesenangan akan membabi buta dan dalam
kesedihannya akan terpuruk putus asa. Sekali
lagi, ingat sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa
yang ingin dunia harus dengan ilmu.
Barangsiapa yang ingin akhirat harus dengan
ilmu. Barangsiapa yang ingin dunia dan akhirat
harus dengan ilmu.” Kesuksesan dapat diraih
dengan menguasai ilmu. Belajar tiada henti
adalah cara kita untuk meraih kekayaan hakiki.
Insya Allah.
4. Bekerja Keras dengan Cerdas dan Ikhlas. Kita
harus menggunakan strategi dalam bekerja.
Artinya, bukan hanya potensi fisik yang harus
kita kerahkan, melainkan juga harus
menggunakan potensi lainnya dari diri kita, yaitu
akal dan qolbu (hati). Oleh karena itu, apabila
kita tidak serius menggunakan otak dan hati
kita, yang kita lakukan adaah bekerja pontang-
panting siang dan malam tanpa hasil maksimal.
Semua energi kita terkuras karena kita bekerja
keras, tetapi tidak efektif dan efisien.
5. Bersahaja dalam Hidup. ” Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,
kepada orang miskin, dan orang yang dalam
perjalanan, dan janganlah kamu
menghamburkan hartamu secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu
saudaranya setan dan setan iu sangat ingkar
kepada Tuhannya” (QS al israa [17]: 26-27). Dari
ayat tadi jelaslah kiranya bahwa sikap boros
lebih dekat dengan perilaku setan.
Naudzubillaah. Perilaku boros adalah salah satu
tipu daya setan terkutuk yang dapat membuat
harta yang kita miliki tidak efektif mengangkat
derajat kita. Harta yang dimiliki menjerumuskan,
membelenggu, dan menjebak kita dalam
kubangan tipu daya. Semua itu karena kita salah
dalam menyikapinya.
6. Bantu Sesama. Sebaik-baik manusia adalah yang
selalu membawa manfaat bagi manusia lain.
Oleh karena itu, kita tidak bisa mengukur
kesuksesan seseorang dari apa yang
dikumpulkannya, melainkan apa yang dia
distribusikannya. Itulah sebabnya, mengapa
aspek mambantu sesama menjadi salah satu
kita mewujudkan visi menjadi kaya sejati. Apabila
kita memiliki rizki dan ilmu, orientasi kita adalah
mendistribusikan keduanya untuk menguatkan
orang lain.
7. Bersihkan Hati Selalu. Allah mengilhamkan
kepada kita potensi baik dan buruk. Kitalah yang
berperan mengembangkannya. Apakah nantinya
potensi baik yang lebih dominan kita
kembangkan atau malah potensi buruknya?
Potensi inilah yang ada di dalam qolbu, di dalam
hati kita. Qolbu inilah yang membuat otak cerdas
dan badan kuat menjadi mulia. Dengan qolbu
yang hidup inilah orang lumpuh pun bisa
menjadi mulia. Orang yang tidak begitu cerdas
pun bisa menjadi mulia. Yang demikian terjadi
jika hati kita selalu bersih.
Copas: Tips Aa Gym.com
Taubat
Hanya untuk mengingatkan diri sendiri dan saudaraku seIMAN.
ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــــﻢ
PENGERTIAN TAUBAT
Taubat atau dalam Bahasa Arabnya juga ﺗَﻮْﺑَﺔ
(taubah ) berasal dari perkataan ﺗَﻮَﺏَ ( tawaba ) yang
dari segi bahasa bermaksud kembali. Seseorang itu
dikatakan ﺗﺎﺏَ ( taaba – telah bertaubat) sekiranya dia
telah kembali dari melakukan dosa atau telah
meninggalkan dosa itu.
Adapun dari sudut istilah, apabila dikatakan
seseorang itu telah bertaubat maksudnya dia telah
kembali dari melakukan maksiat atau dosa terhadap
Allah untuk dia mentaati Allah. Jadi jelas kaitan di
antara maksud taubat menurut bahasa dan juga
istilah Syaraknya.
PERINTAH BERTAUBAT
Adapun tentang bagaimana perintah Syarak kepada
kita sebagai manusia untuk bertaubat, hal ini memang
jelas dan banyak disebutkan dalam nas-nas Al-Quran
dan juga Sunnah. Antaranya firman Allah Subhanahu
wa Ta’ala ,
ﻭَﺗُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai
orang-orang yang beriman semoga kamu berjaya.”
(Surah Al-Nur, 24: 31)
Dalam Surah Al-Zumar ayat ke-53 Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman,
ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﻋِﺒَﺎﺩِﻱَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﺳْﺮَﻓُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻟَﺎ ﺗَﻘْﻨَﻄُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺭَﺣْﻤَﺔِ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻐَﻔُﻮﺭُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ
“Katakanlah wahai hamba-hambaKu yang telah
melampaui batas ke atas diri mereka; janganlah kamu
berputus harapan dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampunkan segala dosa-dosa.
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha
Mengasihani.” (Surah Al-Zumar: 53)
Dalam ayat ini Allah memberi peringatan kepada
hamba-hambaNya yang melampaui batas ke atas diri
mereka; melampaui batas iaitu dengan melakukan
dosa-dosa dan maksiat.
Juga firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat ke-135,
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﻌَﻠُﻮﺍ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﺃَﻭْ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ ﺫَﻛَﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻔَﺮُﻭﺍ ﻟِﺬُﻧُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﺼِﺮُّﻭﺍ ﻋَﻠَﻰ
ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠُﻮﺍ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
“Dan mereka (orang-orang beriman) apabila
melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka
sendiri, mereka segera ingat akan Allah lalu meminta
keampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa
lagi yang dapat mengampunkan dosa selain Allah?
Dan mereka tidak terus menerus dalam perbuatan
dosanya itu, sedang mereka mengetahui (kesalahan
dan akibat dari dosa itu).” (Surah Ali Imran: 135)
Jika dalam ayat sebelum ini Allah memilih perkataan
mereka yang ‘melampaui batas’, dalam ayat ini pula
Allah mengatakan mereka yang telah ‘menzalimi diri
mereka’. Mungkin kita tidak perasan; apakah maksud
orang yang menzalimi diri mereka? Orang yang
menzalimi diri mereka adalah orang yang melakukan
dosa dan maksiat. Bagaimana dia menzalimi dirinya?
Dia menzalimi diri sendiri kadangkala tanpa kita
sangka. Barangkali ketika melakukan perbuatan
maksiat itu dia bersuka ria dan berseronok
dengannya. Tetapi realitinya dia menzalimi diri sendiri
kerana perbuatan itu menambahkan dosanya dan
paling tidaknya di Akhirat nanti dia mendapat balasan
buruk iaitu Api Neraka. Perbuatannya akhirnya
membawa mudarat dan binasa kepada dirinya. Itu
yang dimaksudkan menzalimi diri.
Tiga ayat ini sudah memadai di mana faedah yang
dapat diambil dari ketiga-tiga ayat ini cukup banyak.
Antara faedah yang dapat kita sebutkan;
1. Kewajipan taubat. Seperti mana firman Allah, ﻭَﺗُﻮﺑُﻮﺍ
ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ (dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah). Sepertimana sedia maklum, para Ulama
menjelaskan bahawa sekiranya ada perintah dari
Syarak sama ada dari Al-Quran atau Hadis, bererti
hukumnya adalah wajib. Jadi apabila Allah
mengatakan bertaubatlah kamu sekalian, itu
merupakan satu perintah dan perintah membawa
makna wajib. Maka hukum bertaubat adalah wajib.
2. Taubat menjadi kunci kejayaan. Seperti mana Allah
berfirman ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ (semoga kamu berjaya). Jadi
sesiapa yang ingin tahu apa kunci kejayaan untuk
hidupnya di dunia apatah lagi di Akhirat, jawapannya
antara lain adalah dengan bertaubat.
3. Jangan berputus harapan dari rahmat Allah walau
sebanyak dan sebesar mana pun dosa yang pernah
dilakukan. Walau apapun maksiat yang kita lakukan,
dari sekecil-kecilnya hinggalah sebesar-besarnya, baik
perkara-perkara maksiat, bidaah, khurafat yang
mungkin selama ini kita amalkan dan kita percaya,
jangan berputus harapan bahawa pintu taubat terus
terbuka.
Bahkan walaupun perkara-perkara kufur atau syirik
sekalipun, misalnya orang kafir yang menyembah
selain Allah, mensyirikkan Allah, tentu sahaja dia juga
boleh bertaubat. Ini kerana Allah berfirman, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ
ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ (Sesungguhnya Allah mengampunkan
kesemua jenis dosa-dosa). Tidak ada dosa yang
dikecualikan dari pengampunan Allah. Jadi janganlah
berputus harapan dari mendapat keampunan daripada
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Sifat orang beriman adalah sentiasa mengawasi
dirinya, memerhatikan tindak tanduknya, atau secara
ringkasnya sentiasa bermuhasabah. Firman Allah,
maksudnya: “Dan mereka yang apabila melakukan
perbuatan keji atau menzalimi diri mereka, mereka
ingat kepada Allah.” Ingat kepada Allah maknanya
sentiasa muhasabah.
Dia tidak sibuk tentang orang lain, dia lebih
pentingkan dirinya kerana dia bertanggungjawab ke
atas dirinya dulu sebelum orang lain. Dia sentiasa
muhasabah kerana dia mengetahui, yakin dan
percaya bahawa sehebat mana pun dirinya pasti dia
ada kesalahan dan kesilapan seperti mana disebut
dalam hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam,
ﻛُﻞُّ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡ ﺧَﻄَّﺎﺀٌ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺋِﻴْﻦَ ﺍﻟﺘَّﻮَّﺍﺑُﻮْﻥَ
“Setiap anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-
baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang-
orang yang bertaubat.” (Hasan. Riwayat Ahmad)
Ini adalah sifat orang yang beriman kerana orang
yang sesat lagi menyimpang sifatnya terbalik sama
sekali. Kita perhatikan apa sifat orang menyimpang,
semoga kita tidak tergolong dalam orang yang
mempunyai sifat ini. Firman Allah dalam Surah Al-Kahf
ayat ke-103 hingga 104,
ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎْﻷَﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻻً ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ
ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ
“Mahukah kalian kami ceritakan tentang mereka yang
telah rugi di dalam amal perbuatan mereka? Iaitu
mereka yang telah sesat lagi menyimpang dalam
usaha mereka semasa hidup mereka di dunia sedang
mereka menyangka apa yang mereka lakukan itu
adalah baik.” (Surah Al-Kahfi. 18: 103-104)
Ini sifat orang-orang sesat. Adakah orang sesat lagi
menyimpang mengaku bahawa mereka sesat? Bahkan
terbalik, semua orang yang sesat lagi menyimpang
mengatakan bahawa apa yang mereka buat adalah
betul. Bahkan mereka mengatakan apa yang mereka
buat itu baik. Ini biasa kita dengar.
Sedangkan realitinya ia tidak baik kerana ia menyalahi
Syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah sifat
orang yang tidak sedar diri, tidak sedar akan
kesalahan dan dosa yang mereka lakukan. Kalau tidak
sedar, adakah harapan untuk dia bertaubat? Jauh
sekali kerana dia merasakan apa yang dia buat itu
betul. Inilah yang dapat kita lihat pada pelaku bidaah
secara khasnya. Mereka menyangka apa yang mereka
lakukan adalah baik-baik belaka.
5. Orang yang beriman antara sifatnya apabila
melakukan salah silap, dia akan cepat ingat kepada
Allah dan bertaubat kepada Allah. Ini kerana orang
yang beriman mengetahui bahawa salah silap yang
dilakukan itu perlu kepada taubat dan taubat yang
dilakukan itu tidak lain dan tidak bukan hanya kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia hanya bertaubat
kepada Allah dan sama sekali dia tidak akan kembali
kepada selain Allah.
Dia tidak akan meminta keampunan daripada mana-
mana Syaikh atau wali, dia tidak akan meminta
keampunan daripada mana-mana orang yang telah
mati, nenek moyang atau sesiapa. Dia tidak akan
mendatangi mana-mana perkuburan untuk meminta
keampunan.
Jika orang Kristian Katolik ada confession, di mana
seseorang itu masuk ke dalam sebuah bilik, paderi di
sebelah, dia menceritakan dosanya dan paderi itu pun
mendengar, kemudian dosanya pun diampunkan,
tetapi tidak ada praktik sebegitu dalam Islam. Tidak
ada mana-mana Ustaz, ulama dan sebagainya yang
dapat mengampunkan dosa sesiapa kerana itu hanya
milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan Nabi atau
Rasul sekalipun tidak akan mempunyai kuasa untuk
mengampunkan dosa sesiapa pun. Kita sedia maklum
bahawa Nabi sendiri tidak dapat menyelamatkan bapa
saudaranya.
6. Orang yang beriman tidak akan terus menerus
dalam melakukan dosa dan salah silap. Sebaliknya dia
akan cepat-cepat kembali ke pangkal jalan apabila
menyedari kesalahannya. Dia tidak akan terus
melakukan kesalahan itu; baik maksiat, bid’ah,
khurafat, apatah lagi kufur dan syirik. Sebaliknya dia
cepat-cepat meninggalkannya, berhenti daripadanya
dan berlepas diri daripadanya. Maka perlu kita ingat,
kalau kita sudah sedar sesuatu kesalahan di mana
sebelum itu mungkin kita sangka betul, kita kena cepat
berlepas diri daripadanya. Contohnya muzik, bahkan
ada satu istilah iaitu muzik Islam.
Kita telah tekankan banyak kali bahawa tidak ada
istilah muzik Islam seperti mana tidak ada istilah
syaitan Islam. Muzik adalah alunan Syaitan, seperti
mana Al-Quran adalah Kalamullah. Tidak boleh
disamakan antara Al-Quran dengan muzik. Al-Quran
itu daripada Allah, muzik itu daripada Syaitan. Al-
Quran itu pahala, muzik itu dosa. Tidak ada istilah
dosa Islam, tidak ada istilah Syaitan Islam, maka
tidak ada istilah muzik Islam.
Perkara-perkara bidaah; kalau sebelum ini kita jahil,
tidak tahu, tetapi pada hari ini kita sudah tahu,
contohnya yasinan, tahlilan, talqin, marhaban,
barzanji, dan macam-macam lagi perkara bidaah,
kalau kita sudah sedar bahawa ini semua tidak boleh
dan bukan datangnya dari ajaran Islam,
tanggungjawab kita adalah jangan kita main-main
lagi. Jangan kita kata “aku duduk je” dalam majlis
bidaah dan seumpamanya.
Siapa yang memberi keamanan kepada engkau
bahawa rumah itu tidak akan runtuh ke atas engkau,
sedang engkau berada di majlis yang dimurkai oleh
Allah. Majlis-majlis seperti ini sudah tentu tidak
diredhai oleh Allah. Maka kalau dia sudah tahu, dia
kena cepat-cepat berhenti dan berlepas diri
daripadanya.
CARA BERTAUBAT
DAN BERLINDUNG
DARI DOSA
1. Jika dosa yang dilakukan itu adalah akibat dari
kejahilan dan kealpaan, kerana tidak tahu
bahawa ianya dosa, atau sebelum itu dia
menyangka ianya baik, maka cara bertaubat
daripadanya adalah dengan menuntut ilmu.
Adapun sekiranya dosa yang dilakukan itu
adalah kerana tertewas dengan nafsu syahwat
atau kerana terikut dengan hawa nafsu, cara
bertaubatnya adalah dengan bersabar dan
mengharapkan pahala dari kesabaran itu.
Lihat bagaimana Syarak memelihara seseorang itu
dari terjebak dalam kancah dosa atau maksiat. Syarak
antara lain menuntut supaya seorang itu berwuduk,
ataupun solat, ataupun berpuasa. Seperti mana dalam
hadis di mana seorang itu kalau hendak menghindari
dirinya dari bertindak atas kemarahan yang tentunya
akan membawa kepada dosa, Syarak menuntut
supaya dia berwuduk.
Solat juga mampu mengekang seseorang itu dari
terjebak kepada dosa. Firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala ,
ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ
“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan
mengerjakan solat.” (Surah Al-Baqarah, 2: 45)
Begitu juga dalam ayat yang lain, firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ
“Sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan keji
dan munkar.” (Surah Al-Ankabut: 45)
Ini semua untuk mengelakkan kita dari terjebak ke
dalam kancah dosa dan juga maksiat.
2. Berlindung dengan Allah. Ini kerana barangsiapa
yang mencari perlindungan dengan Allah di mana dia
kembali kepada Allah, tentu sahaja Allah akan
membantu dan menolongnya untuk menewaskan dua
musuh ketatnya yang sentiasa berdamping dengannya
untuk memusnahkan dirinya; iaitu nafsu dan juga
Syaitan. Seperti mana firman Allah,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲَ ﻷَﻣَّﺎﺭَﺓٌ ﺑِﺎﻟﺴُّﻮﺀِ
“Kerana sesungguhnya nafsu itu sentiasa mendorong
kepada kejahatan.” (Surah Yusuf, 12: 53)
Seperti kita sedia maklum, syaitan juga adalah musuh
ketat manusia. Jadi bagaimana kita hendak
berlindung daripada dua musuh ini adalah dengan
kembali kepada Allah seperti mana firman Allah dalam
Surah Ali Imran ayat ke-101,
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﻌْﺘَﺼِﻢ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﻫُﺪِﻯَ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻁٍ ﻣُّﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ
“Dan barangsiapa yang berlindung dengan Allah,
sungguh dia diberi petunjuk ke jalan yang benar.”
(Surah Ali Imran, 3: 101)
3. Perlu ada perasaan takut bahawa akan
dipercepatkan kepadanya balasan perbuatan dosanya
itu di dunia; iaitu dia mungkin diharamkan dari
memperoleh rezeki kerana dosa yang dilakukan, atau
ditimpa kemiskinan dan penyakit sekiranya dia terus
menerus melakukan perbuatan dosanya itu.
4. Memperelokkan makan minumnya, iaitu hanya
menjamah makan dan minuman yang halal. Ini sangat
penting dan Alhamdulillah masyarakat kita memberi
kepentingan pada perkara ini, mereka sentiasa
memastikan adanya tanda halal pada makanan.
Namun ini tidak menghalang kita untuk terus
memperkemaskan dan menjaga perkara ini. Dalam
sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam
menyebut,
ﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻳُﻄِﻴﻞُ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَ ﺃَﺷْﻌَﺚَ ﺃَﻏْﺒَﺮَ ﻳَﻤُﺪُّ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻳَﺎ
ﺭَﺏِّ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﻭَﻣَﻄْﻌَﻤُﻪُ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻣَﺸْﺮَﺑُﻪُ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻣَﻠْﺒَﺴُﻪُ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻏُﺬِﻯَ
ﺑِﺎﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﻓَﺄَﻧَّﻰ ﻳُﺴْﺘَﺠَﺎﺏُ ﻟِﺬَﻟِﻚَ
“Seorang lelaki yang dalam perjalanan jauh
(bermusafir) sehingga rambutnya menjadi kusut dan
badannya berdebu (tertekan dan kesusahan), dia
mengangkat kedua tangannya ke langit lalu berdoa:
“Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Sedangkan
makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya
haram dan rezekinya dari sumber yang haram, maka
bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?”
(Riwayat Muslim)
Ini doa secara umumnya, maka begitu jugalah dalam
kita hendak bertaubat. Bagaimana kita hendak
meminta supaya Allah menerima taubat kita dan
mengampuni dosa kita kalau kita terus menerus
bergelumang dalam dosa, menjamah makanan dan
minuman yang haram, pakaian haram, dan sumber
rezeki juga haram.
5. Menjaga dengan siapa kita berkawan dan
bersahabat. Kita perlu beri perhatian pada perkara ini
kerana saya melihat adanya kelalaian dalam perkara
ini secara khasnya. Perlunya kita menjauhkan diri kita
dari teman-teman yang buruk. Ini kerana banyak
keadaan di mana teman-teman kita inilah yang
membawa kita kepada dosa atau membuat kita terus
di dalam dosa.
Akibat tersalah memilih kawan, akibat duduk dengan
kumpulan yang tidak baik membuatkan kita terjebak
dengan dosa dan sehingga kita terus menerus di
dalam dosa kerana kita mengekalkan kawan-kawan
yang tidak baik ini. Ini seperti mana yang disebutkan
dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim,
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻮْﺀِ ﻛَﺤَﺎﻣِﻞِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻭَﻧَﺎﻓِﺦِ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ،
ﻓَﺤَﺎﻣِﻞُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺬِﻳَﻚَ ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺒْﺘَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻪُ ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ
ﺗَﺠِﺪَ ﻣِﻨْﻪُ ﺭِﻳﺤًﺎ ﻃَﻴِّﺒَﺔً ، ﻭَﻧَﺎﻓِﺦُ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺮِﻕَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻚَ ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ
ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﺭِﻳﺤًﺎ ﺧَﺒِﻴﺜَﺔ
“Permisalan teman yang baik dan buruk adalah seperti
penjual minyak wangi dan tukang besi. Adapun
penjual minyak wangi, sama ada dia akan
menghadiahkan kamu wangiannya, atau kamu akan
membeli darinya atau kamu akan mendapat bau
harum darinya. Adapun tukang besi, sama ada dia
akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan
mendapat bau yang busuk.” (Riwayat Bukhari dan
Muslim)
Maka perhatikan teman kita, adakah dia seperti
penjual minyak wangi atau adakah dia seperti tukang
besi. Penting bagi kita menjaga dengan siapa kita
bergaul. Adakah kita bergaul dengan orang-orang
yang baik, orang saleh, orang sunnah, atau adakah
kita bergaul dengan orang-orang yang tidak baik,
orang-orang yang buruk, orang-orang yang
melakukan maksiat, atau orang-orang yang
melakukan bid’ah, atau Khawarij.
Dari hadis yang disebutkan, dapat dibuat satu
kesimpulan bahawa seseorang itu mudah terpengaruh
dengan persekitarannya. Sekiranya persekitarannya
baik, dia akan mendapat faedahnya. Sepertimana
kalau persekitarannya buruk, kawan-kawannya buruk,
kampung halamannya buruk, kawasan tempat
tinggalnya buruk, tidak ada masjid contohnya –
dukacitanya ini banyak berlaku di kawasan orang
kaya-kaya. Rumah besar-besar, kawasannya luas,
tetapi masjidnya tidak ada.
ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌﺎً
“Dan mereka menyangka bahawa mereka sedang
hidup dengan sebaik-baiknya.” (Surah Al-Kahfi, 18:
104)
Syarak menitik beratkan persekitaran. Oleh kerana itu,
Syarak turut menegah kita meniru orang kafir, seperti
mana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam
Ahmad, sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam,
ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia
tergolong daripada mereka.” (Sahih. Riwayat Ahmad)
Maka kalau seseorang itu menyerupai orang kafir,
Rasulullah berkata dia tergolong daripada kaum itu.
Na’uzubillah.
Di situ terdapat tegahan dan larangan dari kita
menyerupai orang kafir sama ada dari segi tingkah
laku, tatacara, bahkan pakaian sekalipun kita perlu
berhati-hati. Barangkali ada yang bertanya apa
masalahnya? Kita katakan, ia bermula secara zahir,
tetapi akan memberi kesan kepada hati.
Barangkali pada mulanya kita menyerupai mereka dari
segi tingkah laku, contohnya orang kafir apabila
bertemu sesama mereka mengucapkan “Hi! Hello!” kita
pun meniru mereka, melupakan memberi salam dan
mengucapkan Hi, Hello, Good Morning, Selamat Pagi
dan sebagainya menyerupai amalan orang kafir. Ia
bermula dengan perkara sekecil itu tetapi akhirnya
akan terkesan dalam jiwa. Pada mulanya dia
menyerupai orang kafir secara zahir, tetapi percayalah,
kalau dia tidak bertaubat daripadanya, lambat laun
dia akan menyerupai orang kafir secara batin. Dia
menyerupai orang kafir seperti mana orang kafir.
Begitu juga Syarak melarang orang Islam untuk
tinggal di negara Kafir. Hal ini seperti mana hadis
sahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi
sallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,
ﺃَﻧَﺎ ﺑَﺮِﻱﺀٌ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻣُﻘِﻴﻢٍ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻇْﻬُﺮِ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ
“Aku berlepas diri daripada semua orang Islam yang
tinggal bersama-sama dengan orang-orang
musyrikin.” (Sahih. Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)
Hadis ini sangat jelas, tidak ada ruang untuk takwil.
Ini sangat penting dan sangat bahaya kerana
dukacitanya kita melihat ramai yang mengambil
mudah hal ini. Berapa ramai orang Islam tinggal di
negara orang kafir, dengan gembiranya lagi. Kenapa
dilarang umat Islam tinggal di negara kafir? Sebabnya
sama; kerana persekitaran akan memberi kesan
kepada seseorang itu.
Maka akhirnya kita melihat rata-rata orang Islam yang
tinggal di negara orang kafir adakah masyaAllah
mereka menjadi orang-orang saleh belaka? Jangan
kita lihat pada minoriti. Dari persoalan kita, apa jadi
kepada majoriti orang Islam yang tinggal di negara
orang kafir? Adakah janggutnya panjang, memakai
jubah, kopiah, wanitanya pula memakai purdah,
jubah, anak-anaknya pula menghafal Al-Quran,
adakah begitu?
Jangan kita tipu diri kita. Majoriti mereka terbalik.
Sekali pandang nampak sama, si Ali sama dengan si
John. Kita tidak tahu hendak bezakan. Kita hendak
beri salam pun kita tidak tahu orang itu Islam atau
bukan Islam. Ini realitinya.
Begitu juga Syarak menegah daripada duduk bersama
dengan orang-orang yang sesat lagi menyimpang. Hal
ini sebagaimana yang dinyatakan dalam Surah Al-
An’aam ayat ke-68. Allah berfirman,
ﻓَﻼَ ﺗَﻘْﻌُﺪْ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَﻯ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ
“Dan janganlah kamu terus duduk bersama kaum yang
zalim setelah datang kepadamu peringatan.” (Surah
Al-An’aam, 6: 68)
Ini juga perlu menjadi peringatan kepada kita
khususnya kepada kita yang cinta kepada Sunnah
Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, yang ingin
mendokong sunnah Nabi dan menjauhi perkara-
perkara khurafat, bidaah dan sebagainya.
Maka kalau kita sudah tahu bahawa perkara ini
dilarang dalam Syarak, perkara ini maksiat, perkara ini
bid’ah, bercanggah dengan Sunnah Nabi, maka
jangan sama sekali kita ambil mudah lagi. Jangan
kita duduk juga dalam majlis tahlilan. Jangan kita
masih lagi memberi alasan “aku tak tahlil, aku duduk
je”. Untuk apa kamu duduk, adakah untuk mendapat
berkat? Hendak ambil hati? Ambil hati siapa? Adakah
kita ingin mengambil hati orang-orang bid’ah dan
menarik kemurkaan Allah? Adakah kita sanggup buat
begitu? Kerana apa yang pasti, Allah memurkai majlis-
majlis yang seperti ini, halaqah-halaqah yang seperti
ini. Sekarang ada halaqah-halaqah baru; halaqah Ya
Hanana, Ya Banana. Ini apa? Mana ada majlis-majlis
seperti ini (dalam Islam). Apa yang pasti majlis-majlis
seperti ini bukan majlis zikir, tetapi lebih kepada
majlis-majlis nyanyian dan joget yang dimurkai oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apakah kita masih lagi mampu merasa aman untuk
duduk di dalam majlis-majlis seperti ini? Dikhuatiri
tidak semena-mena kita terikut-ikut dengan apa yang
dinyanyikan kerana betapa mudahnya kita terkesan
dengan persekitaran.
Dukacitanya, manusia tidak mengambil perhatian
tentang hal ini. Dia menjaga persekitaran, tetapi
persekitaran zahir semata. Kita semua setuju bahawa
tidak ada siapa yang hendak duduk dengan penagih
dadah kerana khuatir nanti kita pun jadi penagih
dadah. Anak-anak kita, adik-adik kita, kalau ada
orang hisap rokok kita kata jangan duduk dengan dia
kerana kita khuatir anak-anak dan adik-adik kita akan
hisap rokok. Ini kita faham. Sedangkan mudaratnya
tidak lebih daripada mudarat fizikal. Adapun mudarat
kepada spiritual, akidah, agama, dan akhlak, kita tidak
memberi kepentingan. Sedangkan tentu sahaja
mudarat agama jauh lebih bahaya daripada mudarat
fizikal seperti bergaul dengan penagih dadah dan
penghisap rokok.
6. Berlindung dengan Allah dari Syaitan yang direjam
seperti mana dalam surah Al-Fussilat ayat ke-36,
ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﻳَﻨﺰَﻏَﻨَّﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻧَﺰْﻍٌ ﻓَﺎﺳْﺘَﻌِﺬْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ
ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
“Dan jika engkau dihasut dengan hasutan syaitan
maka hendaklah engkau meminta perlindungan Allah,
sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (Surah Al-Fussilat, 41: 36)
TIDAK ADA SOLAT SUNAT TAUBAT
Tidak ada istilah solat sunat taubat, seperti mana
tidak ada istilah solat hajat. Kerana apa yang pasti,
para sahabat seperti mana dalam kisah Ka’ab bin
Malik dan dua rakannya yang tidak menyertai
Rasulullah dalam peperangan Tabuk, mereka
bertaubat dan apa yang pasti Rasulullah tidak
menyuruh mereka melakukan solat sunat taubat.
Taubat itu adalah dengan kita meminta keampunan
daripada Allah secara umum. Tidak ada kaedah-
kaedah tertentu atau waktu-waktu tertentu yang
dikhaskan. Walau bagaimanapun ada waktu-waktu
yang mustajab di mana dia boleh mengambil
kesempatan dari waktu-waktu mustajab itu untuk
bertaubat; seperti ketika sujud, sepertiga malam yang
terakhir, hari Jumaat, dan seumpamanya.
TANDA-TANDA TAUBAT DITERIMA
Perlu kita ketahui bahawa taubat tidak cukup hanya
dengan melafazkan dan meminta taubat daripada
Allah. Sebaliknya, taubat itu dianggap sebagai taubat
yang benar apabila disusuli dengan tindakan-
tindakan yang perlu diambil bagi menunjukkan
seseorang itu benar-benar telah bertaubat.
Maka kita lihat, apakah tandanya bahawa taubat
seseorang itu diterima;
1. Setelah bertaubat, seseorang hamba itu menjadi
lebih baik daripada sebelumnya. Ini tanda yang
paling kuat dan jelas. Sesudah bertaubat,
keadaan orang itu berubah. Kalau sebelumnya
dia melakukan maksiat, setelah taubat dia
menjadi orang yang saleh. Kalau sebelumnya dia
melakukan bidaah, sekarang dia melakukan
perkara sunnah. Kalau sebelumnya dia
melakukan perkara khurafat atau kufur dan
syirik, sekarang dia mempraktikkan Tauhid dalam
ertikata yang sebenarnya.
2. Terus diselubungi rasa takwa dan takut terhadap
dosanya dan tidak pernah merasa aman dari siksa
Allah walau sekelip mata. Jangan timbul perasaan
merasa cukup dengan taubat yang dilakukan, atau
jangan terlintas dalam fikiran bahawa aku sudah
bertaubat maka habis cerita. Seolah-olah taubat itu
pasti sudah diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita bertanya, dari mana datang keamanan itu?
Apakah kita pasti bahawa taubat kita telah diterima?
Tidak ada sesiapa yang boleh menjamin dan berkata
kepada kita “Ya, taubat engkau telah diterima.” Maka
kerana itu, merasa aman dengan taubat yang
dilakukan perlu kepada taubat. Ini kerana perasaan
seperti itu sendiri merupakan satu dosa.
3. Berhenti dan berlepas diri dari dosa yang dilakukan
kerana penyesalan dan rasa takut. Dia tidak
mengulanginya lagi dan menyesal dengan dosa yang
dilakukan itu. Dia merasa sedih dengan apa yang
telah dilakukan dan berharap dia tidak pernah
melakukan dosa itu.
4. Lembut hatinya setelah bertaubat. Hatinya merasa
lunak dan merasa hampir kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
DEFINISI TAUBAT NASUHA
Taubat Nasuha adalah satu istilah bahasa Arab
bahkan disebut dalam Al-Quran. Nasuha berasal dari
kalimah yang sama dengan ‘Nasihat’ yang maknanya
bersih, jujur lagi benar. Taubat Nasuha bererti taubat
yang benar lagi jujur, bukan kerana sebab yang lain
tetapi semata-mata kerana hendak bertaubat kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala . Hal ini disebut dalam
Surah Al-Tahrim ayat ke-8,
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺗُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻮْﺑَﺔً ﻧَّﺼُﻮﺣًﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﺃَﻥ
ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﻋَﻨﻜُﻢْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻜُﻢْ ﻭَﻳُﺪْﺧِﻠَﻜُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺍْﻷَﻧْﻬَﺎﺭُ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu
kepada Allah dengan taubat Nasuha (taubat yang
benar). Moga-moga dihapuskan dari kamu dosa-dosa
kamu dan kamu dimasukkan ke dalam Syurga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (Surah Al-
Tahrim, 66: 8)
InsyaAllah, moga-moga kita tergolong di dalam
golongan yang apabila melakukan dosa mereka
bertaubat dan moga-moga taubat kita adalah taubat
Nasuha, dan kita meminta daripada Allah semoga
Allah menerima taubat kita dan insyaAllah kita
tergolong di dalam golongan yang terselamat dari api
Neraka di Hari Akhirat kelak dan terus masuk ke dalam
Syurga.
Copas ; www.ustazidrissulaiman.taubat.(yahoo.google, android ).
Senin, 13 Januari 2014
Bahaya Kurang Minum
Bismillah ,
"Mozaik Islam "
BAHAYA KURANG MINUM
Ada satu pertanyaan, yaitu:
"Mengapa kita hrs minum air putih banyak-
banyak?"
Sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan"
tetapi karena sebuah pertanyaan jujur hrs
dijawab dgn jujur, maka topik tersebut bisa
dijelaskan sbb: Kira-kira 80% tubuh manusia
terdiri dari AIR. Malah ada beberapa bagian
tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas
80% adalah DARAH dan OTAK !!. Otak memiliki
komponen Air
sebanyak 90%. Sementara darah memiliki
Komponen air sebanyak
95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya
adalah 2 liter sehari atau 8 gelas air putih
sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorang
PEROKOK. Air sebanyak itu diperlukan utk
mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita
lewat air seni, keringat, pernapasan, dan
sekresi.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang
dari 2 liter sehari ???. Tentu tubuh akan
menyeimbangkan diri. Caranya ...?
Dgn jalan "Menghisap" air dari komponen
tubuh sendiri terdekat:
DARAH!! Darah yg dihisap Airnya akan
menjadi kental. Akibat
pengentalan Darah ini, maka perjalanannya
akan kurang lancar ketimbang Darah Encer.
Saat melewati Ginjal (tempat menyaring
Racun dari Darah), ginjal akan bekerja extra
keras menyaring darah. Dan karena saringan
dlm ginjal halus, tidak jarang darah yg kental
bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus
ginjal.
Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan,
tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila
dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu
saat hrs mengeluarkan 2jt rupiah seminggu
utk cuci darah. Bgm dgn OTAK? Nah saat
darah Kental mengalir lewat otak,
perjalanannya agak tersendat. Otak tdk lagi
"Encer", krn sel2 otak adalah yg paling boros
mengkonsumsi makanan & oksigen, ini yg
mengakibatkan "STROKE".
Info tambahan:
Sistem kardiovaskulerlah yg kekurangan cairan
ketika haus, Tubuh selalu mengeluarkan cairan
baik melalui urine, pernafasan, keringat dan
feses. Pada saat itu konsentrasi plasma dalam
darah menurun sehingga terjadi peningkatan
osmolaritas darah, Hal ini yang merangsang
rasa haus, ketika tdak segera melakukan
rehidrasi/minum maka cairan dluar pembuluh
darah (ruang interstitial dan organ) akan
berpindah kepembuluh darah, Karena daya
osmolaritas darah. Hal itu dilakukan tubuh
agar tidak terjadi hipotensi. Hipotensi yg
parah dapat menyebabkan henti jantung.
Jika anda menshare ini kepada 1 orang
artinya anda sdh melakukan usaha untuk
menyelamatkan 1 nyawa.
Semoga bermanfaat & Selamat berbagi...
Info lengkap klik; mozaik islam